Rindu Kembali Membara
Rindu akan mati pada suhu dingin ingin bertemu dan pada ruang tak ada cahaya untuk bersua. Sebelum pagi dan sinarnya menabur, saat embun-embun belum kabur, aku menjemur segala rindu yang menjamur. Aku menyeduh kopi tanpa gula dengan bangga. Aroma memabukkannya membuatku lupa pada cahaya berharga. Yang ada dan menjadi omega. Dan bintang-bintang yang pulang dengan tenang menjadikan rindu sebagai harapan berulang. Sebelum roda dan aspal berdansa, saat pantai dengan debar yang sunyi menanti debur ombak kekasihnya, rindu kembali mendera dengan nyala yang membara.