Haruskah Menyerah Kepada Lelah
Desah nafas begitu resah oleh niat hati yang ingin menyerah pada terjal dan panjangnya jalan penantian.
Langkah melemah. Wajah bersimbah keringat lelah. Sementara, istana sebuah rasa bertahta masih terlampau jauh. Haruskah menguburnya saja dalam tanah.
Kanan-kiri jalan berkabut sepi. Nyanyian burung yang biasanya mengiringi tiba-tiba lupa liriknya. Yang ada hanya aku dan batu-batu yang membisu, menunggu dan merindu.
Kupang, Agustus 2020
Comments
Post a Comment