Kini Hanya Ilusi
Senja di suatu masa
Pernah menjadi saksi dua insan
Yang berjanji sama-sama bertahan
Sampai usai menurut usia
Harusnya aku bahagia atas kepergianmu
Bukankah dengan begitu kau tak perlu mencicipi rasa sakit
Kau bisa tenang tanpa melihat laku dunia yang makin jahat
Namun, pergimu sampai kini masih menyisakan pilu
Senja hari ini aku kembali ke sini
Tempat kita pernah menabur mimpi
Rasanya kau ada di sini, menggenggam erat jemari, rambutku seakan kau belai lagi
Dan kenyataan menyakitkan ialah ketika aku sadar ini hanya ilusi
Adakah puisiku sampai ke rumah barumu
Puisi tentang sakit dan rapuhnya aku tanpamu
Puisi sederhana yang tak lagi berharga di mata pembaca
Sebab, mereka bosan menatap kata yang penuh luka
Kupang, 4 September 2020
Comments
Post a Comment