Puan dan Hujan 1
Oleh: Dewi Lorenza
"Jangan menangis, mereka tak akan peduli dengan air matamu." suara parau Puan, sebab ia sendiri menahan tangis.
"Mataku terlalu perih oleh debu dusta, juga dadaku sesak terbentur udara kotor. Biarkan aku menangis. Kau juga jangan menahannya. Tak apa, aku ada untuk menyembunyikannya untukmu."
Hujan merengkuh Puan yang lelah itu. Keduanya menangis bersama. Meratap menjadi satu-satunya harap ketika kata yang adalah cara telah hirap.

Seperti biasa, asik.
ReplyDeleteTerima kasih su mampir abang❤
Deletemantap adik...
ReplyDeletesmngat kretifitasnya🌱
Terima kasih sudah mampir kak❤
DeleteSiap kak...mohon dukungan doa😇
Semangat terus dewi kamu terbaik 😇😇😇😊
DeleteSiap kak....Kak juga semangat💪😊
DeleteWe are the best🌹
Yang ini bagus sekali :"))) tersentuhhh
ReplyDeleteTerima kasih sudah mampir kak☺🤗
DeleteHujan dekat dengan kesedihahan sebab di sanalah kenangan tumpah🍂🍂