Puan dan Hujan 2

Oleh: Dewi Lorenza

Kali ini, aku yang memintamu meratap lebih lama, bukan hanya untuk kau basuh bumi ini dari banyaknya debu tipu, aku harap lebih dari itu. Ciptakan genangan di sepanjang jalan, agar suara-suara itu hanyut sampai pada tujuan.

Sejauh ini, memang tak kupahami apa yang diperdebatkan oleh si Bunga dan si Lebah, tetapi sepertinya mereka hanya perlu untuk saling mendengarkan.

Aku juga tak mengerti senandung burung dari balik pohon yang tak lagi rindang. Mungkinkah ratap kehilangan harap atau ejekan tentang keadilan yang diperjualbelikan. Tetapi, sepertinya banyak yang menyanyi tanpa tahu lirik dan bahkan tak mampu mendalami makna.

Menangislah lebih lama. Sembunyikan lagi air mata dari mereka yang tidak peka.




Kupang, 9 Oktober 2020


Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1