Kata Kita 7

Oleh: Dewi Lorenza

Bukankah tiada yang lebih gila dari kita berdua. Meyusun rencana untuk mendatangkan rindu melanda tiap harinya.

Bukankah sudah tidak waras, membanggakan mampu tanpa sapa ke lorong-lorong sepi dengan keras, sementara hati menangis.

Padahal kita bisa saja menghentikan kegilaan ini. Tetapi, kita malah menghebohkan ego masing-masing.

Adalah kita, yang karena kata membiarkan atma didekap lara.

Adakah sehabis kuiris sepotong puisi, kau mau datang berbincang lagi?


♧A.J.S.L♧

Kupang, 25 Oktober 2020

Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1