Kata Kita ~end~

Oleh: Dewi Lorenza

Jangan peduli pada puisiku yang memintamu kembali. Itu hanya caraku meramaikan sepi sejak pergimu.


Jangan jatuh pada dalamnya makna kata-kata di sana. Aku mencipta sumur berlumpur itu untuk kunikmati sendiri.


Jangan pula terjebak dalam liuk gemulai sajak-sajakku. Aku hanya menjadikannya tangga beranjak dari hadirnya jarak.


Tetaplah pada nyamannya perasaan pilihanmu. Aku pantas ditinggalkan, bukan? Tak usah kau pedulikan, setelah terbang jauh bersama angan dan akhirnya jatuh pada titik terendah kehidupan, aku mampu bangkit sendirian. Bukankah hidup hanya seputar kisah itu?


Kupang, 4 November 2020

Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1