Arah Sebuah Rasa

Oleh: Dewi Lorenza


Rasa itu terlalu berat kubawa ke barat. Niatku tenggelamkan saja ia bersama senja. Aku benci; esoknya ia kembali bertahta megah bersama mentari di ufuk timur.

Suatu waktu, aku nekad membawa ia ke tuannya di utara. Parahnya, patah lebih dulu menyapa. Aku di telan laut kecewa di selatan.

Entah angin apa yang membawaku kembali pada daratan, yang jelas rindu berjatuhan bersama hujan lebat semalam. Aku benci; ia tak kunjung henti. Bagaimana alur alirnya hingga ia tak hanyut saja ke tuannya. Bukankah ini hanya akan mengacau musim panasku, sebab ia haus pertemuan.

Perihal rasa; aku kehilangan arah 

entah pada musim apa ia bersemi akhirnya. 

Aku pasrah.


Kupang, 21 Desember 2020


Ctt:

Berkenalan lebih jauh dengan penulis, silahkan PC WA : 081237451462


Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1