Cinta dan Airmata

Oleh: Dewi Lorenza



Tak akan sesakit ini, jika kau bilang sebelum menghilang, jika kau katakan sebelum tinggalkan. Hariku tersiksa sisa kenang pun hatiku sibuk menghalau bayang.

Tak akan seperih ini, bila kau sudahi sebelum sedih menghampiri, bila kau akhiri sebelum pergi yang tak kembali.

Sebenar-benarnya daun yang jatuh, tak pernah ia mengikhlaskan pisah dari rantingnya. Hanya saja, dayanya terlalu kecil melawan kemauan semesta. 

Juga aku, mungkin terlalu tinggi imaji hingga aku lupa bakal jatuh hari ini, kembali pada luka yang kesekian. Aku harus menata perasaan yang berantakan juga menangis mengais bekasnya.

Terlalu dekatkah cinta dengan airmata? Hingga tak jarang aku meneguknya bersama. Kopi yang lama kubiarkan, telah mendingin bersama ingin. Puisi tentangmu yang adalah bahagia rasa luka terus meramai dalam sepi.

Mungkin Desember terlalu banyak hujan dan aku kuyup sendirian. Sebab, belum kutemu rumah berteduh dan bahu bersandar.


Kupang, 20 Desember 2020 


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1