Lembar-Lembar Desember 2

Oleh:Dewi Lorenza



12;10 {rumpang atau rampung}
Sederhana, rasaku lapar dan rinduku haus; pertemuan.
Tetapi, nyata terlalu kejam hingga aku benar-benar berdaya.

Pernahkah kau pikirkan; 
Aku akan kenyang ketika kutemui kau masih peduli dan pertemuan yang kulangitkan pada pinta ialah air terbaik mereda dahaga.

Jika saja engkau tahu, Desember hanya memiliki dua puluh lembar tersisa; penentu kisah ini akan rumpang atau rampung hingga Januari mendatang.

12;13 {terkapar tanpa kabar}
Di tepi jalan, Puan menanti; jumpa yang dijanjikan mimpi
Ramai kendara dikuping sepi
Jalan kembali ini seolah mati

Sebait puisi sakit bangkit
Selaksa kata kecewa berkecamuk dalam kepala
Sementara getar itu semakin gemetar; ia biarkan aku terkapar tanpa kabar.

12;14 {terlalu tinggikah ingin?}
Tentangmu, terlalu tinggikah ingin? Hingga ketika mereka memasung benci; aku malah tak tahu berhenti mengagumi.

Perihal kamu, mungkin terlalu anggun hati kusandarkan di persimpangan temu kala itu. Hingga saat mencoba berpaling; aku lupa jalan pulang.

Mungkin juga aku terlalu candu pada candamu. Hingga ketika rindu menjadi palu pilu; tak bosan aku merajuk temu.

Tentangmu;
Aku tak pandai memintal alasan untuk pergi meski asaku tidak berani memiliki.
Sebenarnya;
Perihal bisik yang mengusik hati; sampai kini, aku tak mengerti.


Kupang, 30 Desember 2020

Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1