Lembar-Lembar Desember 1

Oleh: Dewi Lorenza



12;1 {asa hari pertama}

Desember, aku malu mengucap selamat

Sebab, tugas berat sudah siap menyambut

Semoga kamu selalu bijak, agar kita bersua Januari dengan baik


Desember, semoga pundakmu selalu kuat

Menggendong harapan saat gelap teramat pekat

Jangan lelah membangun niat saat langkah melambat


Hari-harimu kiranya memberi arti

Pada sepiku yang menyendiri

Hadirmu semoga adalah jawaban segala doa dan rasa yang dilangitkan


12;2 {rindu rumah}

Dua mengadu doa kepada Dia

Tersebab rasa basah

Harap kuyup

Kecewa


Tawa

Dan airmata

Meraung bersama guntur

Bahkan petir jua khawatir


Helai rindu Puan penuh uban

Kini rontok dalam rintik

Jatuh di tiap ranah

Merindu, rumah

Salahkah?


12;6 {bikono kisah kasih}

Segumpal rasa kini terkapar. Sesak, dalam sebotol pikir. Menyingkirlah, aku lelah. Kenangan datang bergandeng senja. Lekuk jingga indah di wajah menyambut jumpa.

Meski saat itu, aku tertipu sebab tak kusangka Hitler ada. Juga begitu banyak mutiara di tahta mata. Sekarang, bayang kenang itu menjadi balada rindu tanpa temu. Lantas, bagaimana aku harus merayu waktu? Ke mana kupasung angan yang meraung dalam palung?

Kemarin, pergi membenci pulang. Tinggal ingin kekal abadi dalam sepi puisi yang disuguh Bikono. Puisi tentang kita mencari jati. Polos telah dipoles, proses menari tanpa protes, bentuk dibentur, KITA TELAH LAHIR.

Terima kasih IMAPEL, sabarku sadar adalah sayang tersembunyi marahmu.

Ctt: IMAPEL (sebuah organisasi Ikatan MAhasiswa PElajar Lembor)




Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1