Mata Kuliah yang Tak Selesai

Oleh: Dewi Lorenza

Kemarin, kamu menjadi; kata yang paling suka kubaca; lembar favorit dari sekian halaman. Dengan teknik baca memindai pun selalu aku mau berhenti di kata kamu. Pun jika disuruh baca berulang, kata kamu tak akan membuatku bosan.

Itu kemarin; betapa gigihnya aku ingin memahami.

Jika aljabar perihal; menjabarkan bahagia ketika kita bersua, dan aku punya pilihan; aku ingin hanya mengikuti kelas itu. Tetapi, inilah kehidupan, segalanya harus adil; aku diberi kesempatan memahami bagian lain dirimu yang serumit algoritma.

Kamu; mata kuliah. Tak boleh aku absen sekalipun. Tidak bermain denganmu aku kehilangan masa depan, kamu; impian.

Kukira, bagian kalkulus padamu adalah tentang ketulusan, nyatanya tiada beda dari kalkulasi semua akal bulus yang di dalamnya luka terbungkus.

Dan sejak kemarin pula, aku harus memulai belajar memahami ingin hati memiliki dan logika yang menyuruh pergi.

Perihal kamu; mata kuliah yang tak selesai di semester ini.


Kupang, 30 Desember 2020


Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1