Asa yang Konstanta dan Variabel Rasa

Oleh: Dewi Lorenza


Cinta adalah bentuk asa yang konstanta dan variabel dari rasa. Tanpa kujabarkan, kuharap kau paham asaku hanya bersamamu.

Oleh karena rasa adalah variabel yang sewaktu-waktu berubah, alangkah lebih indah mendeklarasikannya lebih dulu sebelum lembar terakhir Desember? Agar aku mengerti, adakah ia bersemi di memori Januari atau diganti bersama tahun yang pergi. Dengan begitu, dapat kuputuskan belajar menjadi tahun ternyaman di hidupmu atau kembali ke hari-hari kemarin untuk menyembuhkan hati pada puisi.

Sebab, meski asaku sepanjang bulan ini konstanta padamu, asa tak kuasa melawan kehendak semesta. Meski selalu diam-diam kesebut namamu di sepertiga malam, langit kadang lebih peduli pada semoga seseorang yang bukan aku. Mungkin benar, adakalanya asa harus jatuh terkapar untuk kembali lebih tegar. Seperti bintang yang jatuh untuk membawa harap seseorang.



Kupang, 23 Desember 2020



Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1