Aku Merindu Bapak
Oleh: Dewi Lorenza
Aku rindu saat bersama Bapak. Diam adalah bahasa kami bercerita di sepanjang jalan kenangan. Tetapi, mata kami luar biasa; mampu berbicara.
Aku terlalu rindu saat bersama Bapak. Jauh sebelum hari memisahkan kami dengan peluk kekuatan. Saat pikiran kami sibuk menyibak puisi dalam sepi. Tetapi, hati kami saling mengerti; selalu cipta damai.
Saat kemarin aku juga merindu Bapak. Menangis sendirian kujadikan pelarian saat sedang jauh aku dari perhatian. Ah, jadi rindu saat air mata yang bicara kepada Bapak saat pagi itu aku ingin berontak pada jarak antara pendapat.
Aku kini sangat merindu Bapak. Adakah di dekatku seorang seperti Bapak? Aku akan memeluknya. Tanganku tak sampai Manggarai; tempat Bapak menanti letihnya dituai. Semoga doa yang kulangitkan jatuh tertabur di Ponto Ara; ladang Bapak berusaha.
Kupang, 23 Januari 2020

Diriku mungkin bukan sosok yang kamu cari, Tapi kutak tega menyaksikan dirimu merasakan kesedihan sendirian . Marilah mendekat dalam pelukanku....
ReplyDeleteLove you ❤๐ค
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
DeleteMerindu bersama๐ฅ๐ค
Uhhh tayang Smga cpat di prtmukan oleh jrak dan wktu๐๐ค
ReplyDeleteAmin kak❤๐ค
DeleteLwt doa sj enu
ReplyDeleteIya kae๐น๐ค
Delete❣
ReplyDelete