Generasi Komputer; Rasa
Oleh: Dewi Lorenza
Jumpa kedua senja itu, telah lahir bahasa baru yang cukup sulit kupahami. Bahasa simbolik dari senyummu seringkali kusalahartikan.
Dan pertemuan-pertemuan kemarin menjadi kerinduan teramat dalam hari ini. Bagaimana bisu bisa bicara, canda menjadi candu hingga tuli peka mendengar. Tetapi, tak kusadari satu hal; mataku sepertinya kurang jeli bahwasanya rasa itu berserak dimana-mana; tak cukup ruang aksaraku saja kau bersemayam.
Terlalu berarti hadirmu hingga semua berlari ingin memiliki; tinggal aku sendiri hanya mampu mengagumi. Sekuat apa pun aku menggenggam suatu saat akan tenggelam. Dan sebaiknya cara melepas adalah mencoba ikhlas.
Puisi ini terinspirasi dari sejarah komputer generasi pertama, kedua hingga saat ini. Pembaca yang budiman bisa berdiscuss via Wa(081237451462) mengenai penjabaran yang tidak sesuai;mungkin. Heheheheh...Salam Jaga Jarak, Jaga Mata, JagaHati(Upsss)
Kupang, 14 Januari 2021
Mantap
ReplyDeleteTerima kasih kak🙂🤝
Deletekeren kak♡
ReplyDeleteTerima kasih kak🙂🤝
Delete