Misteri Wafatnya Rindu

Oleh: Dewi Lorenza

Setelah disiksa dan dibelenggu, rindu dipaku pada salib penantian. Aku meratap kala menatap. Rindu dipaku karena salahku; salah menaruh harap pada seseorang yang adaku tak dianggap.

Saat petang hendak pulang, rindu diam-diam menyebut namamu; aku ingin bertemu, bisiknya. Lalu rindu menghela nafas panjang.

Seketika hati diselimut sesak dan tirai mata terbuka. Tulusnya rindu luar biasa, datangnya bukan untuk dibenci tetapi patut kau syukuri sebab rindu menyelamatkan rasa yang tersembunyi. Adakah kini kau mengerti?

Tidak apa-apa, biar saja saat ini kukubur rinduku kembali rapat-rapat. Rindu butuh rehat sejenak untuk bangkit dan tak lagi salah mendarat.

Kupang, 17 Januari 2020

Comments

  1. Benar Rindu butuh istirahat juga 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheh...Iya kak..Mari bernyanyi meninabobokan rinduπŸ˜‚πŸŽΆπŸŽ΅

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1