Pencernaan Kata

Oleh: Dewi Lorenza



Saat kumakan kata, aku tersedak. Bukannya masuk di kerongkongan, ia malah melalui tenggorokan dan akhirnya menjadi rongsokan.

Sampah bisa didaur ulang dan membeli uang; rongsokan kata tadi dipakai pikiran untuk dijadikannya puisi dengan bahasa hati yang sulit dimengerti.

Tak ada cara lain, selain kau mengunyahnya tiga puluh dua kali sebelum benar-benar menelan. Sabar mengunyah dan selamat menikmati.

Kata; nutrisi paling bergizi untuk tubuh puisi.


Kupang, 19 Januari 2020

Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1