Untuk Diriku yang Lain
Oleh: Dewi Lorenza
Tiga hari menuju Januari mati
Masihkah setia menanti?
Belum lihaikah puisi membuatmu mengerti?
Ini hanya permainan kata dan ilusimu sendiri
Sebenar-benarnya, antara dudukmu dengannya selalu ada sekat
Tangannya silang di dada bukan saling menjabatmu erat
Matamu yang takut jarang berpaut
Bukan hati melainkan harimu saja yang terikat
Maukah mendengarku hari ini?
Menangkap harap yang terbangnya melangkahi bintang
Agar kita tidak dibunuh oleh ilusi sendiri
Hingga dikutuk abadi oleh waktu pada luka tak berujung
Kupang, 28 Januari

Comments
Post a Comment