Banjir Cokelat

Oleh: Dewi Lorenza


Kasih sayang berhembus tenang memenuhi ruang. Marah yang paling periang diguncang hingga garang girangnya hilang. Benci seketika beku terkutuk mati Sang Waktu. Hari diliputi ramai paling damai.

Pagi sekali, gemuruh kasih terdengah riuh. Beberapa kekasih masih sibuk memilih pelengkap kisah yang indah. Sebagian lagi bersolek agar menjadi paling molek. Sedangkan di balik dinding yang kuat dan rapat Puan lelap dalam kalut.

Menjelang tengah hari, sorak itu berserak di mana-mana, kecuali tempat Puan yang memang tertutup rapat. Puan dililit liputan tentang telah kembali abadinya St. Valentine di hari ini.

Tepat hari ke empat belas Putri Februari dimahkotai, banjir cokelat dari muara sungai ibu dan  anak sungai, dari lembah-lembah kekasih bagai air bah yang menggenang menjadi kenang.


Kupang, 14 Februari 2020

*HVD

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1