Hari Ini Siapa yang Mau Menemani?
Oleh: Dewi Lorenza
Literasi menjadi lorong sunyi. Seorang pun enggan melewati. Padahal, di sanalah awal menuju langit sejuta mimpi.
Literasi menjadi lorong paling sepi sejak hari itu. Padahal, sebelumnya sangat ramai oleh kaum yang haus akan ilmu.
Sekarang aku juga agak jarang berkunjung. Hanya sampai perempatan kota kata aku memulung.
Terakhir kali, aku mendapat ngengat semangat memahat di kubu buku. Bagaimana kabarnya? Ah, mungkin sudah menjadi renik seni.
Sejak semalam, aku ingin kembali. Hari ini, siapa yang mau menemani? Sepertinya, aku harus merayu penyair mahir dan amatir untuk membangunkan puisi yang lama mati. Juga pemuda yang lupa membaca adalah surga dunia.
Kupang, 12 Februari 2021
*Literasi dalam puisi ini lebih kepada membaca.

Biarkan Aku yang menemani😅
ReplyDeleteAhahaha🤸♀️🤸♀️
DeleteAku tunggu di perempatan kata ya😂
Akan ku jemput kau
DeleteTetaplah kau disitu😅
setia menunggu.
Delete..wkwkwk😂😄
oh ternyata literasi yang menemani, kirain itu......... : )
ReplyDeleteitu kan masih jauh😕😄😂
Delete