Meluruh Menyeluruh Bersama Waktu

Oleh: Dewi Lorenza



Mungkin hati akhirnya mampu luruh menyeluruh  seiring waktu yang harinya rapuh satu per satu. Saat akhirnya aku kembali biasa saja menatap namamu tertera dan aku tak lagi bangga bercerita.

Telah menua rasa yang kemarin kau biarkan lama terluka. Hingga ia memilih pulang kepada hilang daripada terus terbang mencari sarang yang berpaling.

Tak apa dan bukan salah siapa-siapa. Bukan salahku tak mampu menunggu. Lebih-lebih bukan salahmu tak ingin memiliki.

Bukan menyerah, hanya mungkin sudah waktunya mengistirahatkan lelah. Mungkin benar, kemarin kita ramah salah rumah. Yang kita kira betah ternyata sekedar berteduh, tepatnya singgah tak sungguh.

Kenangan terlalu suka bersejarah tentang patah pada harap yang salah, nampaknya.


Kupang, 8 Februari 2021

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1