Si Sulung yang Ulang

Oleh: Dewi Lorenza


Sebelum usang puisi ini melayang

Pada ladang-ladang mata kering dan kosong

Bawalah telingamu bergandeng

Dengar, ada apa si sulung mengulang mendulang?


Si sulung paling ulung

Di mata nilai ia tak kurang

Lantas mengapa lama terkurung?


Tidak.

Ia tengah menggendong sayap-sayap yang tak sanggup terbang.


Si sulung yang ulang

Di hatinya semua sayang

Lalu mengapa lamban seperti pemulung?


Bukan.

Ia bagai gasing kalau ia tak peduli aku yang diasing.


Si sulung yang ulang

Sarang penuh sayang.


Kupang, 24 Februari 2021

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1