Nanggala dan Lara


Mengapa kau juga bertingkah April? Kukira kita sama-sama memintal tawa dan merajut bahagia sampai akhir cerita. Setelah tentang Seroja kemarin, bukankah telah berjanji untuk selalu baik-baik saja. Lantas, drama apa yang kau mainkan hari ini?


Nanggala dan lara

Ah, judul yang menyesakkan dada

Jika saja bisa aku menjadi buta dan tuli sebentar saja

Tetapi, lagi kopi dan puisi memaksaku melihat drama kenyataan yang memilukan

Adegan 1:

Kami berkekuatan lima puluh tiga anak negara

Akan mengabdi selamanya pada samudra

Laporan diterima 

Usailah adegan pertama 

Adegan 2:

Layar menampilkan anak, istri dan seluruh pertiwi meratap

Adakah setitik harap untuk yang hirap?

Bahasa air mata mereka berbicara dalam senyap

Adegan 3:

Di layar kini hanya ada lautan 

tanpa Nanggala yang mengisyaratkan pulang ke pelabuhan

Dan sebenar-benarnya diam adalah lautan paling kejam

Yang tanpa suara membiarkannya menyelam terlalu dalam


Untuk kesekian bulan-bulan bercerita tentang kehilangan menuntut keikhlasan; Januari terbang tak pulang, Februari sungai mengamuk tak tenang, Maret Raja Api dengan garang membasmi anak kerajaan


Adakah Mei menjadi jawaban untuk setiap pertanyaan, kepastian untuk segala penantian: tentang pergi yang tak kembali. Semoga ya.


Doa adalah obat paling ampuh untuk hati yang belum dan tak  mampu mengikhlaskan kepergian-Dewi Lorenza

#PrayForNanggala402🌻

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1