Sepotong Senja di Liliba
Jingga temaram di parasnya. Goresan pelangi yang menjadi muara pana dimanja
Sepotong senja tenggelam di matanya. Kelopak-kelopak indah berteduh segala keluh.
Langit memerah di bibirnya. Resah terbelah pada lekuk yang merekah.
Seperti rerumput yang pasrah tak berembun, dialah tuan dari rindu yang tertimbun di ubun.

Kita memandang senja yang sama tapi dari tempat yang berbeda, kau dari liliba sedangkan aku dari sikumana, yang memandang senja yang semakin rendah, yang pergi selalu membawa resah😁. Salam penikmat senja
ReplyDeleteSalam penikmat senja Sikumana 😁
DeleteJika saja tak seperti senja yang pergi tanpa torehkan nama🙃
AJARIN BUAT PUISI DONG KAK YOSSSSSSHHHHH SHSHSHSH
ReplyDeleteHeheheh..Halao kak. Hayuk sama2 ke ladang kata untuk membaca. Agar tubuh puisi bergizi😁🌻
Delete