1001 Tahun


Tahun kita punya kekhasan dari perhitungan orang kebanyakan. Dua dari empat angka  itu menjadikan dua puluh dua berharga untuk dirayakan. Sementara mereka menyusuri Mei, kita sebentar lagi hampir sampai. 

Hati punya kaki yang mahir mengejar hari. Kita punya hari yang sama dengan mereka, hanya saja jamnya jatuh di peluk malam.

Sebagaimana bahagia yang adalah aksara sederhana tentang rasa, berbeda itu unik juga. Seperti pertemuan mata kuliah kalkulus yang tidak melulu membahas persamaan garis, demikian perbincangaan kita tidak selalu tentang rindu yang sulit ditepis. Katamu-kadang berisi perselisihan tentang kehadiran selepas kesibukan.

Hmmm...Pada waktu mana kamu merayakan pergantian tahun mereka kemarin? Aku pada kata yang malu-malu dan kalimat dengan debar yang tak terelakkan.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1