Di Osiloa Segalanya Tapo'a
Di Osiloa segalanya tapo'a
Angin hingga badainya yang mengamuk jiwa
Resah dan lelah yang pasrah
Tapo'a; tertumpah
Di Osiloa segalanya tapo'a
Suara dari luka yang lama tak bicara
Seperti air yang tumpah di atas bunga-bunga tak pernah tua
Sebab, bunga itu tumbuh di taman Istri Tuhan bekerja
Selepas segalanya tapo'a di Osiloa
Aku percaya setumpuk tanya segera menggapai cahaya
Bahwa sejatinya hidup memang seperti kopi pahit
Tetapi bukankah yang pahit paling mujarab menyembuh sakit?
Dari Osiloa bersenandung sejuta syukur
Tentang nafas lain hidup yang harus dihirup
Tentang senyum orang kuat yang tak pernah redup
Juga sayur-sayur yang menjadi tanda kasih tak terukur-(lagi dari Istri Tuhan)
-Kanaan; mengenang pertemuan di Osiloa :)

Ta aollah 🧘
ReplyDeletedimna pun tempat mu bepijak disitu ada sejuta kata yang entah dr mana dan kapan terbentuk dikepalamu
Aahahah. Wela, demikian tiap kita punya cara menjadikan pertemuan abadi. Dan dari sejuta cara yang ada, aku jatuh kepada kata :)
Delete