Mengapa Kambing Tersenyum Miring?


Aku bertumpu kaki menyusuri jalan yang kemarin kita lalui. Senja yang bergelayut manja pada jingganya seolah menyindirku yang kali ini sendirian.

Kamu tahu, jalan ini masih ramai. Orang-orang berlalu-lalang dengan kendaraan masing-masing. Daun dan angin berbisik begitu berisik. Tetapi, sepi melintasi benakku dan tak kunjung berujung.

Kamu tahu, aku hendak berpaling dari mata yang jatuh pada dua sejoli yang menepi. Sial, aku kalah cepat. Dan waktu sekarang melambat. Bayangmu merambat dan semakin lebat.

Aku seperti lembing yang jatuh terlempar ke tebing. Puas kau memikirkannya terlalu sering-ejek kambing pemakan rumput kering sembari tersenyum miring.

Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1