Merindumu


Merindumu adalah saat-saat paling berat. Ngilu dadaku teramat sangat. Tipu kalau kukatakan aku kuat.

Senyum telah kaku seperti mayat. Pucat. Sebentar lagi mati diracuni sepi malam yang pekat.

Bertemu, itulah penawar yang ditawar sahabat. Andai dia tahu, untuk kesekian aku merayu dipertemukan secepatnya pada waktu yang melambat. Tapi, waktu enggan memberiku sedetik saja untuk menghembuskan lega dari rindu yang menyayat.

Dan benar, rindu bukan saja tentang nada-nada jarak yang merambat. Lebih dari itu, rindu ialah perihal kamu yang dalam hati telah abadi melekat.
 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1