Seorang Tadi Bukan Aku
Aku sadari, seorang pernah jaya dalam suatu masa
Hingga jatuh sedalam-dalamnya kau pada lembah rasa
Seorang yang membuat penamu belajar mencari dan mencuri kata dalam air mata
Hingga basah dan bernoda kertas yang tadinya suci oleh sejuta aduanmu
Seorang yang memilih rumah lain untuk pulang saat kau gigih berjuang
Hingga tawamu tahu menangis dalam puisi
Sebab, ia pamit dengan senyum yang begitu pahit mengisyaratkan salam di waktu nyiur pantai adalah saksi
Seorang tadi bukan aku,
karena aku hanyalah pengagum malam, yang menghujani tubuhmu dengan lebatnya kalimat dalam jejatuhan doa.

💥
ReplyDelete