Mencintai Hari Ini


Kita yang kemarin; 
dedaunan yang diporak-porandakan angin
yang lebih merasakan dingin
Tanpa pernah memikirkan lilin

Dan kita di masa depan;
masih menjadi kepingan angan
yang diukir rapi di halaman awan
berharap semesta luluh oleh peluh doa dan mengiyakan.

Jadi, cintai hari ini; 
sebelum menjadi kemarin yang membebani
sebelum tawanya berubah kecewa paling berani
Sewajarnya, seperti menerima suka duka sebagai seni



Comments

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1