Nona 1


Nona, sedari tadi kau kuperhati, apa yang tengah kau geluti? Nampaknya dunia begitu rumit di mata kepalamu, hingga memutih hitam rambut. Tetapi, tidak apa Nona, bukankah kehidupan adalah pertunjukkan takdir yang harus dilihat dan memori yang perlu diingat.

Nona, aku merindu dirimu kemarin lalu. Jauh sebelum senja jatuh di lautan waktu. Saat bersama puisi kau menari dan kau tak pernah mengerti tentang takut menjalani hari sendiri.

Nona, apa gerangan yang membawamu pergi? Ke mana tawamu yang merekah setiap pagi? Taman itu tidak seindah dulu lagi, melati-melatinya mati. Tetapi, lagi-lagi tidak apa Nona, jika mawar dan mekarnya telah membuatmu jatuh cinta. Hanya kamu perlu paham Nona, supaya tidak ada salah kaprah tentang hidup yang cerah, bahwa mengagumi mawar ialah kerelaan menggenggami duri.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cinta dan Airmata

Hujan di Akhir Bulan Juni

Pengagum Rahasia 1