Truth or Dare
Kopi masih setia memberi kehangatan pada kedua insan yang kedinginan oleh keinginan-keinginan yang tak sempat diwujudkan. Sebab, hujan telah mematahkan angan untuk berduaan di taman.
Sementara sepi berusaha keras merayu bisu agar jangan berlalu bersama waktu. Nona diberkati sepi, ia bertanya kepada empunya hati dengan hati-hati.
Jadi, truth or dare?
Dare
Say I Love You
I Love You
Pipi Nona merona. Senyumnya kalang kabut tak tertata. Sebegitu hebat kata memporak-porandakan cinta. Nona bersemangat memintal tanya-tanya yang menjerat, berharap ada banyak yang Nona dapat dari yang tersirat dan tersurat. Nona lupa pasal Puisi Cinta dan Air mata; begitu dekat tanpa sekat. Nona lupa pula pada bagian redupnya hidup; bukan pada senja berganti malam melainkan pada beberapa tanya yang dipatahkan jawaban hati terdalam.
Once again, truth or dare?
Truth
Kebohongan mana yang Tuan agungkan?
Hmmm...When I Say I Love You
Sejak hari itu, Nona lebih memilih diam.
-mungkin ada baiknya, yang terdalam itu tetap terpendam, sampai waktu sendiri yang mengajarinya naik ke permukaan,
demikian sesal Nona dalam pikiran.
.,_π

Sejak Awal memang tidak ada yang spesial diantara kita
ReplyDeleteHehehe. Yeahh. Seharusnya sejak awal Nona lebih banyak memahami bukan sekedar membaca ini Budi dan seterusnya...
DeleteDan mungkin yang terdalam diungkapkan saja. Setidaknya ada kejelasan dari ituπΆ
ReplyDeleteEntah..Nona juga sedang bersama sesal dalam akhir ceritanya. Mungkin seperti yang Nona bilang akan lebih baik kalau waktu yang mengajarkan yang terpendam naik ke permukaan...
Delete