Posts

Showing posts from March, 2021

Bapakku Petani

Image
Selama menanti padinya dituai Pagi sebelum mentari kembali Ia bertamasya ke ladang kopi Hingga senja pulang di ujung hari   Ia mengadakan pesta syukuran Ketika telah datang musim penghujan Namun, tak dibiarkannya kami basah-keluyuran Nikmati saja kopi dan jagung yang baru ditanak Ibu di perapian   Di bulan Juni surga kecil kami bak tak berpenghuni Aku mengejar mimpi di kota puisi Saudaraku berburu ilmu di dekat Danau Kelimutu Tinggallah Bapak, sanak saudariku yang lain menikmati ubi bersama Ibu   Bapakku petani Padinya yang menguning bak emas murni Harta sesungguhnya yang mengenyangkan anak bumi ini Layaknya kasih Ibu yang menjadi sumber hidup rohani   Kupang, 30 Maret 2021      

Dari Setengah Lari Tadi

Image
Dari setengah lari tadi, setangkai bunga yang tak kutahui namanya kudapat. Yang indah dilihat mata yang sehat, seperti cinta jatuh pada orang yang tepat. Dari setengah lari tadi, kuculik sedikit kisah si cilik. Yang licik menggelitik senyumku yang kaku. "Jangan menangis, nanti gigimu hilang" rayu bunda mendendang tenang. Dari setengah lari tadi, aku ingin kembali berlari esok; mengejar senja bayangmu yang telah terperosok dalam jerat ufuk barat. Dari setengah lari tadi, aku akan terus berlari. Menggenapi sebagian lagi jalan kita. Dari setengah lari tadi, kutuang puisi untuk bersama kita nikmati di pertemuan nanti.

Misalkan Aku

Image
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷ Misalkan aku... Misalkan aku ingin mengaku Bisu yang membeku terbujur kaku dalam kalbu Seperti lumut pada paku Terkutuk oleh waktu Misalkan aku berani jujur Merombak rasa yang gemetar Seperti gelagar guntur Di payudara bumi berjajar Misalkan aku lebih percaya diri Merangkai setiap niat hati Adakah kau peduli atau malah berlari pergi seperti mimpi di temui pagi. ÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Rumpang yang Rampung

Image
Oleh: Dewi Lorenza Tentang kata-kata yang tak terangkai menjadi kita. Biarlah semesta bekerja dengan caranya. Juga kalimat-kalimat yang ingin dirajut tetapi tak lanjut; kalimat pada rasa yang tertambat tetapi terhambat, biar waktu yang menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Pun sekian bab melelahkan yang tak jua menggapai batas atau memang sudah pas pada tak terbalas. Sudahlah, sepertinya tak perlu dibahas. Adakalanya masih rumpang sebagai kisah yang sudah rampung. Toh, nantinya tak  usang dalam kenang.  Kupang, 24 Maret 2021