Posts

Showing posts from June, 2021

Mengapa Kambing Tersenyum Miring?

Image
Aku bertumpu kaki menyusuri jalan yang kemarin kita lalui. Senja yang bergelayut manja pada jingganya seolah menyindirku yang kali ini sendirian. Kamu tahu, jalan ini masih ramai. Orang-orang berlalu-lalang dengan kendaraan masing-masing. Daun dan angin berbisik begitu berisik. Tetapi, sepi melintasi benakku dan tak kunjung berujung. Kamu tahu, aku hendak berpaling dari mata yang jatuh pada dua sejoli yang menepi. Sial, aku kalah cepat. Dan waktu sekarang melambat. Bayangmu merambat dan semakin lebat. Aku seperti lembing yang jatuh terlempar ke tebing. Puas kau memikirkannya terlalu sering -ejek kambing pemakan rumput kering sembari tersenyum miring.

Suara Pikiran

Image
  Jadi, apa yang sedang kamu abadikan? ; s aya sedang mengutip kisah yang Tuhan titip :)  ;memberitakan cerita dan derita cinta pada tinta saat air mata berubah kata-kata pun kata-kata menjadi air mata. Entah bagaimana siklusnya aku tidak paham. Aku menyadari tak akan sama indahnya dengan karya dalam skenario-Nya. Hanya saja, ingatan kadang lupa bagaimana pertemuan itu diciptakan, sehingga ia menginginkan kehilangan. Aku hanya tengah menabung memori untuk dikenang agar kenanganlah yang akan menjaga harapan bertahan ketika kenyataan ramai memperjual-belikan pernik perpisahan. -Dewi Lorenza-

Aku Ingin Hujan Bulan Juni

Image
  Karena kali ini, hadirmu sungguh kutunggu dengan rindu yang membuncah, atas nama tanah dan resah yang haus basah. Karena kali ini, datangmu benar-benar kusambut dengan girang, diatas kering karang yang mengerang. Pada hujan bulan Juni, rindu ramai mengadu dalam rinai. Tanpa kopi yang menghempasku pada ampasnya yang sepi. Tanpa senja yang memanjakanku pada jingganya yang fana. Pada hujan bulan Juni, aku ingin waktu berhenti dan langit merestui. Aku ingin menikmati suara mesramu dalam senandung yang jatuh. Aku ingin berlama-lama bersama wajahmu pada genangan yang kau ciptakan.  Aku ingin; hujan bulan Juni menjadikanmu abadi dalam memori, menemani selama Juni terus membiarkanku menanti. Aku ingin; hujan bulan Juni menyuburkan kisah yang berumur pagi indah layaknya sajak Bapak Sapardi.

Salam Kekasih . . .

Image
Salam kekasih . . . penuh selisih dan kasih sayang, rindu sertamu, terberkatilah doa yang melayang di antara jarak terbentang dan terberkatilah buah temunya rindu Sakura, bunga surga . . . doakanlah tawa kami yang patah, sekarang dan sampai pada waktu kami bersua Amin

Di Osiloa Segalanya Tapo'a

Image
Di Osiloa segalanya tapo'a Angin hingga badainya yang mengamuk jiwa Resah dan lelah yang pasrah Tapo'a; tertumpah Di Osiloa segalanya tapo'a Suara dari luka yang lama tak bicara Seperti air yang tumpah di atas bunga-bunga tak pernah tua Sebab, bunga itu tumbuh di taman Istri Tuhan bekerja Selepas segalanya tapo'a di Osiloa Aku percaya setumpuk tanya segera menggapai cahaya Bahwa sejatinya hidup memang seperti kopi pahit  Tetapi bukankah yang pahit paling mujarab  menyembuh sakit?  Dari Osiloa bersenandung sejuta syukur Tentang nafas lain hidup yang  harus dihirup Tentang senyum orang kuat yang tak pernah redup Juga sayur-sayur yang menjadi tanda kasih tak terukur-( lagi dari Istri Tuhan ) -Kanaan; mengenang pertemuan di Osiloa :)

Merindumu

Image
Merindumu adalah saat-saat paling berat. Ngilu dadaku teramat sangat. Tipu kalau kukatakan aku kuat. Senyum telah kaku seperti mayat. Pucat. Sebentar lagi mati diracuni sepi malam yang pekat. Bertemu, itulah penawar yang ditawar sahabat. Andai dia tahu, untuk kesekian aku merayu dipertemukan secepatnya pada waktu yang melambat. Tapi, waktu enggan memberiku sedetik saja untuk menghembuskan lega dari rindu yang menyayat. Dan benar, rindu bukan saja tentang nada-nada jarak yang merambat. Lebih dari itu, rindu ialah perihal kamu yang dalam hati telah abadi melekat.