Posts

Showing posts from December, 2021

Nona 2

Image
Seorang wiraswasta bertanya, apa kesibukanmu sekarang Nona? - mulai menjungkirbalikan pikirannya lalu menjawab; menanam rindu. Seorang pengusaha kaya yang duduk berhadapan dengan Nona menatap sinis pada rindu-rindu yang kering-kerontang. Lalu, seorang aktivis mendemonstrasi, mengatasnamakan empati terhadap yang di alami si Nona kepada pengkhotbah. Ia dengan gaya khasnya berteriak keras. - apa yang kau tanam akan kau tuai, lantas mengapa tidak berlaku bagi si Nona? Desas-desus kasus itu sampai juga di telinga sang empunya rindu. Namun, karena ia sibuk menggulung tahun ia biarkan saja rindu itu tertimbun menggunung.

Nona 1

Image
Nona, sedari tadi kau kuperhati, apa yang tengah kau geluti? Nampaknya dunia begitu rumit di mata kepalamu, hingga memutih hitam rambut. Tetapi, tidak apa Nona, bukankah kehidupan adalah pertunjukkan takdir yang harus dilihat dan memori yang perlu diingat. Nona, aku merindu dirimu kemarin lalu. Jauh sebelum senja jatuh di lautan waktu. Saat bersama puisi kau menari dan kau tak pernah mengerti tentang takut menjalani hari sendiri. Nona, apa gerangan yang membawamu pergi? Ke mana tawamu yang merekah setiap pagi? Taman itu tidak seindah dulu lagi, melati-melatinya mati. Tetapi, lagi-lagi tidak apa Nona, jika mawar dan mekarnya telah membuatmu jatuh cinta. Hanya kamu perlu paham Nona, supaya tidak ada salah kaprah tentang hidup yang cerah, bahwa mengagumi mawar ialah kerelaan menggenggami duri.