Posts

Cinta Tersesat dan Sesaat

Image
Mesin kapal mulai menderu Awak-awaknya sibuk melepas jangkar Bel tiga kali terdengar, tanda kapal siap berlayar Selamat menikmati perjalanan paling seru Senja  mengecup kening kita dalam hening Sebelum melepas kita pada anak-anak malam yang riang Bintang membentang cahaya-cahaya terang Ombak tak mau kalah dan mulai bersorak mengucap selamat datang Bulan yang ditinggal matahari menyembuhkan patah hatinya dengan menari diiringi gong dan gendang Berapa lama lagi? Tanyaku ketika mengantuk mulai mengetuk Tidurlah, akan kubangunkan saat pagi Ucapmu sembari menjatuhkan kepalaku di atas kakimu, sebagai pengganti bantal yang empuk Hatiku bergejolak oleh perhatian kecil yang membuat aku sudah kalah telak Beberapa tanya mulai datang mencoba menebak dan menjebak Laut mengamuk seolah mengerti hatiku ingin berteriak Kemana rasa ini akan bertolak?  Bagaimana cinta bisa tersesat dalam sesaat Di atas kapal yang tua dan sarat Kelak mengajarkan cinta tak pernah melihat tempat Pun punya waktu yan...

Hujan di Akhir Bulan Juni

Image
   di mana mata air air mata?  siapa muasal segala luka dalam cerita?  mengapa menangis tak bisa berbicara?  kapan terakhir kali ia bersuara? . /hujan  enggan mengatakan.  ada yang katamu, datang menjelma syair ternyata pengukir luka paling mahir yang niatnya tidak hanya mampir malah kau usir karena terlalu fakir ./di akhir kau selalu kesal dengan yang hadir. malam menggenggam segala yang terpendam karena di sepertiganya banyak yang terucap  dalam diam oleh tangan terkatup dan mata terpejam seorang pemuja di kaki langit yang hatinya dirajam cinta yang karam ./ bulan saksi paling agung tetap membungkam lagi, perihal bagian yang tidak berpenghuni hampa tanpa pelangi warna-warni  karena lupa memahami sebuah seni bahwa mensyukuri adalah sebuah harmoni ./juni mengizinkannya terlelap bersama Puisi yang lebih berani .,_🍁 .

Truth or Dare

Image
Kopi masih setia memberi kehangatan pada kedua insan yang kedinginan oleh keinginan-keinginan yang tak sempat diwujudkan. Sebab, hujan telah mematahkan angan untuk berduaan di taman.  Sementara sepi berusaha keras merayu bisu agar jangan berlalu bersama waktu. Nona diberkati sepi, ia bertanya kepada empunya hati dengan hati-hati. Jadi, truth or dare? Dare Say I Love You I Love You Pipi Nona merona. Senyumnya kalang kabut tak tertata. Sebegitu hebat kata memporak-porandakan cinta. Nona bersemangat memintal tanya-tanya yang menjerat, berharap ada banyak yang Nona dapat dari yang tersirat dan tersurat. Nona lupa pasal Puisi Cinta dan Air mata; begitu dekat tanpa sekat. Nona lupa pula pada bagian redupnya hidup; bukan pada senja berganti malam melainkan pada beberapa tanya yang dipatahkan jawaban hati terdalam. Once again, truth or dare? Truth Kebohongan mana yang Tuan agungkan? Hmmm...When I Say I Love You Sejak hari itu, Nona lebih memilih diam. -mungkin ada baiknya, yang terdalam it...

Nona(dan Boneana) 3

Image
Nona menyusuri Kupang ke arah barat. Menuju Boneana, tempat di mana kau bisa mencumbui udara yang masih perawan. Hujan menjadi musik paling jujur dengan nada-nada rindunya yang tenang-menegangkan. Melodinya meneteskan kenangan sepanjang jalan. Di Boneana, Nona dan kawan merayakan tahun yang baru bermekaran. Senja dengan pesonanya menjadi saksi bisu atas; percakapan tentang masa depan, tawa yang tak terelakkan, rencana yang sengaja disembunyikan( katanya mau dijadikan kejutan ) juga beberapa perasaan yang enggan dibicarakan( katanya lagi, takut merepotkan ). ;Poem 1/365

Nona 2

Image
Seorang wiraswasta bertanya, apa kesibukanmu sekarang Nona? - mulai menjungkirbalikan pikirannya lalu menjawab; menanam rindu. Seorang pengusaha kaya yang duduk berhadapan dengan Nona menatap sinis pada rindu-rindu yang kering-kerontang. Lalu, seorang aktivis mendemonstrasi, mengatasnamakan empati terhadap yang di alami si Nona kepada pengkhotbah. Ia dengan gaya khasnya berteriak keras. - apa yang kau tanam akan kau tuai, lantas mengapa tidak berlaku bagi si Nona? Desas-desus kasus itu sampai juga di telinga sang empunya rindu. Namun, karena ia sibuk menggulung tahun ia biarkan saja rindu itu tertimbun menggunung.

Nona 1

Image
Nona, sedari tadi kau kuperhati, apa yang tengah kau geluti? Nampaknya dunia begitu rumit di mata kepalamu, hingga memutih hitam rambut. Tetapi, tidak apa Nona, bukankah kehidupan adalah pertunjukkan takdir yang harus dilihat dan memori yang perlu diingat. Nona, aku merindu dirimu kemarin lalu. Jauh sebelum senja jatuh di lautan waktu. Saat bersama puisi kau menari dan kau tak pernah mengerti tentang takut menjalani hari sendiri. Nona, apa gerangan yang membawamu pergi? Ke mana tawamu yang merekah setiap pagi? Taman itu tidak seindah dulu lagi, melati-melatinya mati. Tetapi, lagi-lagi tidak apa Nona, jika mawar dan mekarnya telah membuatmu jatuh cinta. Hanya kamu perlu paham Nona, supaya tidak ada salah kaprah tentang hidup yang cerah, bahwa mengagumi mawar ialah kerelaan menggenggami duri.

Mencintai Hari Ini

Image
Kita yang kemarin;  dedaunan yang diporak-porandakan angin yang lebih merasakan dingin Tanpa pernah memikirkan lilin Dan kita di masa depan; masih menjadi kepingan angan yang diukir rapi di halaman awan berharap semesta luluh oleh peluh doa dan mengiyakan. Jadi, cintai hari ini;  sebelum menjadi kemarin yang membebani sebelum tawanya berubah kecewa paling berani Sewajarnya, seperti menerima suka duka sebagai seni