Posts

Showing posts from November, 2020

Pengagum Rahasia ~End~

Image
Oleh:  Dewi Lorenza Puisi Tentangnya usai Di ujung lelah hari Menggendong rasa-rasa tak berarti Malam membawa segalanya sirna Di bawah cahaya purnama Sajak luka Berdoa Airmata Untaian kata Meratap kecewa bersama Perihal asa yang patah sia-sia Puan pulang pada hening bintang Jatuh berikut membawa harapan Seseorang tanpa kepastian Sebagai jawaban Penantian Kupang, 23 November 2020

Pengagum Rahasia 4

Image
Oleh: Dewi Lorenza Beginikah rasa itu diuji Rindu semu dan cemburu hadir bertalu Beginikah bukti kampa itu nyata Kecewa dan tawa yang datang bersama  Untuk Tuan yang sampai sekarang pandai mengajariku terbang, belum sampaikah puisiku pada arah hatimu? Untuk Tuan yang kukagum dalam diam, belum lihaikah sajak mengajakmu menatapku sejenak? Betapa aku ingin pulang pada kesendirianku kemarin yang tenang. Tanpa aku sibuk mengenang apa yang telah datang dari sebuah pandang.  Kupang, 21 November 2020

Pengagum Rahasia 3

Image
Oleh:  Dewi Lorenza Waktu begitu pandai mempermainkan rasa Saat kita tengah lengah terbuai kampa Ternyata diam-diam diciptanya luka Kala dengan semangat kita menggenggamnya erat Pelan-pelan sakit itu ia rakit Ketika dengan berani kita mencoba membenci Ia dengan damai membenihnya di hati Mungkin ada kalanya mencintai adalah memberi ruang untuk sakit itu hadir Dan aku tetap lebih mengagumi dalam diam sebagai cara mencintai yang paling suci                                                                       Kupang, 21 November 2020

Pengagum Rahasia 2

Image
Oleh:  Dewi Lorenza Setelah lama aku tiada peduli perihal mencintai. Mungkinkah begitu banyak perubahan yang terjadi? Banyak yang hal yang tak kumengerti. Aku benar-benar tidak lihai menyembunyikannya dalam topeng senyum. Aku juga gagal menilai mana perhatian dan pelarian, selalu salah mengartikannya. Aku lupa membedakan antara rasa dan asa, selalu salah membahasakan. Beritahu aku cara tidak mengagumimu setiap waktu.Supaya aku tahu batasku dan benar-benar mengenal siapa aku. Kabari aku jika tak ada aku dalam ruang pikirmu. Supaya aku tidak sibuk memeluk rindu ini sendiri.                                                                                           Kupang, 16 November 2020

Pengagum Rahasia 1

Image
Oleh:  Dewi Lorenza Entah mana yang harus kusalahkan? Hati yang terlalu mudah jatuh  atau angan yang terlalu jauh atau mungkin inginku terlalu berlebihan? Aku tidak pandai berdoa memohon rasa itu ada. Ia hadir tanpa kupinta. Lagi, aku tak tahu kepada siapa? Aku tak tahu merangkai karena atas tanya mengapa kamu. Aku juga tidak tahu bagaimana merayu tuk bersatu pada waktu. Ada baiknya mungkin aku merayakan sepiku bersama puisi. Perihal rasaku, tak usah kau peduli. Meski aku tak memberitahu kamu juga tidak mau tahu bukan? Sudahlah, nanti juga hilang sendiri.                            Kupang, 15 November 2020

Sajak Untuk Pahlawan

Image
Oleh: Dewi Lorenza Jika saja aku lahir sehari sebelum pergi membawamu tak kembali. Sehari sebelum waktu menyapu debumu pada bahagia abadi. Biarkan aku merayu Tuhanku agar kau hidup seabad lagi, menemani aku tumbuh hingga aku benar-benar tahu cara mengikhlaskan beberapa pergi yang tak kembali.  Jika saja aku ada pada detik yang membawamu beranjak. Bolehkah aku merajuk pada Tuhanku? Memintamu tinggal lagi sejenak dan menceritakan masa kanakmu yang dipeluk pelik, agar kulahirkan sajak untuk Si Congkak yang tak mengerti cara menghargai.  Dalam sunyi yang melangitkan doa Janganlah telinga tuli pada pinta yang renta  Bernafaslah dalam hembusku asa yang tak pernah putus Mengalirlah darahku cinta yang tak kenal batas   Dari puisi tentangmu yang abadi  Biarlah aku belajar tetap mencintai Pertiwi Meski ia tak lagi suci Sebab oleh harta dan tahta ia telah dinodai      Kupang, 13 November 2020

Boleh Lelah, Jangan Menyerah

Oleh: Dewi Lorenza Langkah yang kita kayuh Dengan segala keringat lelah Perih dan bersimbah darah Tak selamanya indah berbuah Indah tidaknya tak menjadikan langkahmu melemah Liku dan tanjakannya tak menjadikan niatmu goyah Terjal dan curamnya tak menjadikan semangatmu rapuh Apapun jawaban tak diperuntukan bagimu alasan menyerah Jika lelah, istirahatkanlah lelahmu sejenak Jika letih, baringkanlah letihmu sebentar Kemudian, bangkit dan kembali berjalan tegak Tersenyum lagi dan jadilah lebih tegar Adakalanya jeda itu menjadikanmu lebih hebat  Jangan pernah lupa kamu itu luar biasa Adalah sakit yang membuatmu belajar lebih kuat Boleh lelah, jangan pernah menyerah Kupang, 4 November 2020

Kata Kita ~end~

Oleh: Dewi Lorenza Jangan peduli pada puisiku yang memintamu kembali. Itu hanya caraku meramaikan sepi sejak pergimu. Jangan jatuh pada dalamnya makna kata-kata di sana. Aku mencipta sumur berlumpur itu untuk kunikmati sendiri. Jangan pula terjebak dalam liuk gemulai sajak-sajakku. Aku hanya menjadikannya tangga beranjak dari hadirnya jarak. Tetaplah pada nyamannya perasaan pilihanmu. Aku pantas ditinggalkan, bukan? Tak usah kau pedulikan, setelah terbang jauh bersama angan dan akhirnya jatuh pada titik terendah kehidupan, aku mampu bangkit sendirian. Bukankah hidup hanya seputar kisah itu? Kupang, 4 November 2020