Seorang Tadi Bukan Aku
Aku sadari, seorang pernah jaya dalam suatu masa Hingga jatuh sedalam-dalamnya kau pada lembah rasa Seorang yang membuat penamu belajar mencari dan mencuri kata dalam air mata Hingga basah dan bernoda kertas yang tadinya suci oleh sejuta aduanmu Seorang yang memilih rumah lain untuk pulang saat kau gigih berjuang Hingga tawamu tahu menangis dalam puisi Sebab, ia pamit dengan senyum yang begitu pahit mengisyaratkan salam di waktu nyiur pantai adalah saksi Seorang tadi bukan aku, karena aku hanyalah pengagum malam, yang menghujani tubuhmu dengan lebatnya kalimat dalam jejatuhan doa.